Menyambut Angkatan 5, Mahad Al-Jami’ah Al-Aly adakan Ta’aruf Mabna dan Peresmian Mabna An-Nawawy

Sabtu (6/8/22) – Bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1442 H, Ma’had al-Jami’ah al-Aly mengadakan penyambutan santri mahad aly angkatan 5. Acara yang digelar pada malam hari tersebut dibuka dengan pembacaan diba’ bersama dan berlansung dengan meriah. Serangkaian dengan acara tersebut santri putri MJA atau mahad al-Jamiah al-Aly juga menyambut para santri dengan penampilan-penampilan per angkatan. Acara yang bertempat di Mabna BTQ dan Mabna An-Nawawi tersebut berlansung secara meriah dan disambut dengan baik oleh santri angkatan 5. “Kami dari angkatan 3, menyambut kehadiran mas-mas angkatan 5. Nanti kalau semisal ada apa-apa mungkin butuh bimbingan atau bantuan lansung mawon ten ustadz fashih.” Ujar A. Dliyauddin selaku ketua angkatan 3 dan presiden BEM MJA.


Dalam acara ini juga diadakan peresmian nama mabna baru yang ditempati oleh santri mahad aly putra yang awalnya bernama mabna aisyah menjadi Mabna An-Nawawi atau disingkat dengan manawy. “Saya juga dipasrahi untuk memberikan nama mabna yang aslinya mabnanya adalah aisyah itupun juga menamainya juga ndak izin dengan dzurriyah rasul kok. Ya mungkin nama Mabna Aisyah biar dipake di sana (mabna putri). Ini saya rasa yang cukup bagus adalah mabna an-nawawi atau jenengan nanti bisa menyingkatnya dengan manawy.” Ujar Ustadz Fashih selaku muallim mahad aly. Beliau juga menambahkan bahwa dengan menamai mabna dengan An-Nawawy sebagai tafa’ul dan tabarukan dengan sosok beliau Imamuna An-Nawawy yang sangat masyhur di bidang fiqh sehingga produktifitas dan kekreatifan santri mahad aly nantinya akan ittiba’ kepada Imamuna An-Nawawy rahimahullah. Menurut kesaksian beliau, akhir-akhir ini sangat suka sekali mengkaji karya-karya Imam An-Nawawy. Jadi menurut beliau hal ini adalah istikhoroh. Karena istikhoroh juga adalah kecondongan pada sesuatu dan hasil daripada istikhoroh tersebut adalah peresmian nama mabna dengan nama An-Nawawy.

Penulis : Ridho Akbar
Editor : Nazhif Muafa